|
Penyatuan PSBL versi Liga Primer Indonesia [IPL] dan Indonesia Super League [ISL] hanya dapat dilakukan jika dua kompetisi itu telah dilebur di tingkat pusat. Hingga kemarin, insan sepakbola masih menunggu keputusan final terkait dengan kompetisi mana yang diakui FIFA.
"Kalau ingin menyatukan PSBL, ya harus dari pusat dulu bersatu. Jadi daerah harus bisa mendorong pusat untuk meleburkan IPL dan ISL jika menginginkan PSBL bersatu," kata Hartarto Lojaya, ketua umum Pengprov PSSI versi KPSI, Kamis [12-4].
Menurut dia, sejauh ini masih sulit untuk menyatukan dua kubu PSBL cersi ISL dan IPL. Mengingat, di tingkat pusat masing-masing kompetisi yang akan digulirkan. Bahkan, hingga kemarin belum keluar keputusan dari FIFA terkait dengan kompetisi mana yang diakui oleh induk organisasi tersebut.
Hartarto mengakui pihaknya menyetujui adanya penyatuan semangat memajukan sepakbola di Lampung. Tidak terlepas dari itu, terntu harus ada kesatuan gerak pemain berbakat dalam tim Lampung yang akan berlaga di tingkat nasional.
Namun, kata dia, masyarakat sepakbola Lampung tidak boleh menutup mata akan adanya dualisme kompetisi di tingkat nasional.
Untuk itu, kata dia, saat ini biarkanlah dua tim PSBL sama-sama berusaha membawa nama baik Lampung di masing-masing kompetisi, meskipun harus ada tekad yang sama, yakni meraih kemenangan untuk Sai Bumi Ruwa Jurai.
Sekadar diketahui, sebelumnya PT. Liga Prima Indonesia Sportindo [LPIS] menawarkan bebrbagai solusi terkait dengan dualisme kompetisi, yakni IPL dan ISL. [ver/o-1]
Sumber : Lampung Post [Edisi Cetak, 13/04/2012] |